Archive for the 'Reksadana' Category

Bagaimana Cara memilih Reksadana yang bagus?

Tuesday, December 25th, 2007

Seperti sudah dijelaskan di atas, resiko untuk RD saham tentunya jauh lebih besar dibandingkan RD pendapatan tetap atau pun campuran. Tapi RD saham juga memberikan peluang keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan jenis RD lainnya. Kita ambil contoh RD Makinta Mantap (ini saya ambil contoh RD yang memberikan profit paling besar di tahun 2006). Makinta Mantap memberikan profit kurang lebih 109 % pada tahun 2006. Dasyat bukan?:D apalagi kalau cuma dibandingkan dengan bunga deposito yang cuma sekitar 6-7% SETAHUN :D Sedangkan tahun 2007 ini, Makinta Mantap sudah memberikan return sekitar 80%.
Tapi bukan berarti saya menyarankan anda untuk langsung berinvest di Makinta Mantap.Saran saya sebelum Anda berinvest di Reksadana, anda mesti mengenali dulu anda itu tipe investor seperti apa? apakah anda sudah siap menerima kerugian besar? kalau sudah siap, silakan anda masuk RD saham. Kalau Anda ga siap, ya silakan masuk ke RD pendapatan tetap ataupun RD campuran yang tingkat resikonya lebih rendah. Perlu diingat di sini walopun namanya RD pendapatan tetap, bukan berarti 100% bebas dari resiko kerugian ya:D

Setelah anda menetapkan mau masuk ke RD jenis apa. Anda perlu untuk research kecil2an. Pertama, cari tahu RD2 apa saja yang ada, lalu anda harus liat track performance RD tersebut. Harga NAB dari tahun2 sebelumnya bisa anda lihat di http://www.bapepamlk.depkeu.go.id/reksadana/ (untuk membuka website ini lebih baik menggunakan browser IE). Di website tersebut klik “Inquiry” lalu klik view NAB Reksadana. Setelah itu silakan pilihan nama RD dan pilih tanggal history yang ingin anda lihat. Gampang kan? :D

Setelah itu anda perlu lihat juga jumlah dana yang dikelelola oleh MI tersebut. Semakin banyak dana yang dikelola, berarti bisa dikatakan semakin banyak orang yang berinvest di MI tersebut (walopun ga selalu kesimpulan seperti ini benar sih, karena bisa aja dana kelolaan MI tersebut itu besar, tapi sebenarnya cuma segelintir orang yang berinvest di situ tapi setiap orang menginvestkan uangnya dalam jumlah besar :D )

Ada juga yang bilang kalau RD yang dana kelolaanya sudah besar, “gerak”nya sudah tidak lincah, Maksudnya geraknya dalam membeli dan menjual saham di bursa sudah tidak gesit. Kenapa dibilang udah ga gesit? karena klo sebuah MI memegang suatu saham dalam jumlah yang besar, maka dia ga bisa “dengan mudah” melepas saham itu sekaligus karena bisa “ngenganggu” stabilitas saham atau stabilitas bursa. Well, menurut gw sih ga kaya gitu. Menurut gw walopun sebuah RD dana kelolaannya dah gede dan NAB nya tinggi bukan berarti ga bisa ngasih return yang bagus. Ambil contoh RD Schroder Dana Prestasi Plus atau biasa disingkat SDPP yang NAB nya skrg dah sekitar 13 ribuan dan termasuk RD dengan dana kelolaan terbesar di indo (lagi2 contoh nya RD saham :D , abis gw ga minat sih sama RD jenis lain:D Maruk mode ON ) untuk tahun 2006 ngasih return 50% tahun 2007 juga sekitar 50%, jadi ga jauh beda kan?:D

Well, sekali lagi, sebelum anda terjun ke RD pelajari lah sebanyak mungkin hal2 yang berkaitan dengan RD yang ingin anda masuki. Dan sekali lagi saran saya, jangan masukkan semua uang anda ke dalam satu jenis investasi :D

Selamat berinvestasi, mari lupakan sejenak apa yang namanya DEPOSITO :D

oh iya satu hal lagi yang penting, jangan terlalu percaya dengan saran saya :D :D:D


Apakah ada biaya kalau mau masuk ke Reksadana?

Tuesday, December 25th, 2007

Biaya Pembelian Reksa Dana

Perlu diingat bahwa pembelian reksa dana dibebankan biaya masuk (entry fee), yang dapat dihitung sebagai berikut

UP = Investment ( 1 – fee )

UP = Banyaknya unit penyertaan

Investment = Uang yang akan diinvestasikan

Fee = Biaya transaksi pembelian (entry fee / selling fee)

NAB = Nilai Aktiva Bersih reksa dana

NAB dihitung setiap hari akhir Hari Bursa.

Jika anda membayar dan menyerahkan formulir pembelian sebelum jam 12:00, maka NAB dihitung pada akhir hari tersebut

Tetap jika lewat pk : 12.00, maka digunakan NAB pada akhir hari kerja berikutnya.

Misalnya tanggal 16 Maret 2004 anda membeli reksadana Dana Pendapatan Tetap dengan investasi sebesar Rp. 20 juta. Pada hari tersebut NAB perunit Rp. 1.967,29 sedangkan entry fee sebesar 1%. Berapa unit penyertaan yang anda dapatkan?

Investasi = 20 juta

Entry fee = 1 % = 0,01

NAB = Rp. 1.967,29

= Rp. 20.000.000 ( 1 – 0,01 )

Rp. 1.967,29

= 10.064,6066 unit.

NAB dalam rupiah biasanya dihitung sampai 4 angka desimal.

Untuk menjual Reksadana (RD) kita juga akan dikenakan biaya jual atau biasanya disebut Redemption Fee. Redemption Fee akan berbeda di tiap2 MI (Manajer Investasi). Selain itu di tiap2 MI juga, biaya untuk RD saham dengan RD pendapatan tetap atau RD campuran akan berbeda2 juga fee nya. Redemption fee ini bisa diliat di prospektu masing2 RD.

dapun rumus untuk menghitung besarnya nilai redemption adalah :

Redemption = UP x NAB ( 1 – Fee )

UP = Unit Penyertaan

NAB = Nilai Aktiva Bersih reksa dana

Fee = Biaya transaksi penjualan kembali ( redemption )

Misalnya pada tanggal 16 Juli 2004 anda ingin menjual kembali reksadana yang anda beli diatas. NAB pada tanggal 16 Juli 2003 adalah Rp. 2.075.67 dan redemption fee sebesar 2%. Berapa nilai redemption yang anda dapatkan ?

Jawab :

UP = 10.064,6066

NAB = Rp. 2.075,67

Fee = 2 % =0,02

Redemption = 10.064,6066 x Rp. 2.075,67 ( 1 – 0,02 )

= Rp. 20.472.985,94.

Jadi besarnya keuntungan anda adalah sebesar Rp. 472.985,94 ( Rp. 20.472.985,94 – Rp. 20. 000.000 )

Dengan demikian kita bisa menghitung return on investment digunakan rumus :

ROI = Redemption – Investment + CGD – Tax

Investment

ROI = Return On investment

Redemption = Nilai penebusan unit penyertaan.

Investment = Dana yang diinvestasikan

CGD = Capital Gain Distribution

maka ROI = Rp. 20.472.985,94 – Rp. 20.000.000 + 0 – 0

Rp. 20.000.000

= 0.0236 = 2,36 %


Tutorial Reksadana (2)

Tuesday, December 25th, 2007