Yen tersungkur terhadap euro


Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/fidelis/fidelis.name/wp-includes/functions-formatting.php on line 77

Kurs yen terhadap euro kian buruk dan makin melemah ke posisi terendah atas dolar AS dalam empat tahun terakhir. Pelemahan yen itu dipengaruhi spekulasi para pekerja Jepang yang akan menerima bonus pada bulan ini dan berencana menginvestasikannya ke produk dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi di luar negeri. Kalangan perusahaan keuangan diperkirakan memasarkan instrumen mata uang asing dengan nilai lebih dari 1,5 triliun yen (US$12,1 miliar) sebelum akhir Juni. Prediksi larinya aliran dana pekerja ke luar Jepang disebabkan rendahnya tingkat suku bunga pinjaman di negara itu. Suku bunga di negara tersebut merupakan yang terendah dari sejumlah negara maju. “Jepang tengah mengalami musim bonus karyawan. Terdapat permintaan yang kuat untuk penjualan yen, dengan maksud mencari yield yang lebih tinggi,” kata Satoshi Tate, Senior Vice President divisi valuta asing Mizuho Corporate Bank Ltd, Tokyo, unit bank terbesar kedua di Jepang dari sisi aset. Kurs yen kemarin menyentuh level 165,71 per euro dari posisi sehari sebelumnya 165,63. Terhadap dolar AS, mata uang itu melemah ke level 123,65 yen dari posisi sebelumnya 123,57 yen. Nilai tukar yen diprediksi dapat melemah ke level 166 per euro dan 123,70 per dolar AS. Selisih tingkat imbal hasil antara obligasi Pemerintah AS bertenor dua tahun dengan surat utang Jepang mencapai 3,95% atau naik dari posisi 3,92% pada bulan lalu. Notulen pertemuan para pejabat Bank of Japan pada April dan Mei yang dirilis kemarin menunjukkan suku bunga di negara itu akan naik secara bertahap. Suku bunga patokan Jepang yang berada di level 0,5% itu dibandingkan dengan 5,25% di AS, sekitar 5,5% di Inggris, dan 8% untuk Selandia Baru. Terima bonus Mitsubishi UFJ Research and Consulting Co Ltd melaporkan para pekerja di perusahaan-perusahaan swasta di Jepang diperkirakan menerima bonus musim panas dengan total 15,6 triliun yen atau naik 3,1% dari pada tahun sebelumnya. Rata-rata bonus untuk pekerja itu diperkirakan mencapai 423.000 yen atau naik 1,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Eisuke Sakakibara, mantan pejabat perusahaan mata uang terkemuka Jepang, menyatakan bank sentral Jepang harus menaikkan suku bunga secepat mungkin, karena kemerosotan yen telah mengakibatkan gelembung carry trade yang membahayakan. “Murahnya yen telah mencapai level yang menggelikan,” kata Sakakibara, seusai berpidato di Federal Reserve Bank of San Francisco. Dia kini menjadi dosen di Waseda University di Tokyo


Leave a Reply